15.6.13

Kebiadaban di Tanah Palestina






Lihatlah armada -armada yang pegang senjata
Tanpa malu ia berondong semuanya
Dengan keganasannya ia musnahkan saudara kita
Dengan kekejamannya ia acuhkan sanubari yang terlelap di hujung jalan

Lalu mereka yang tertidur untuk selamanya
Menjajakan mimpinya di syurga
Bersama kekalahan akibat perang
Bersama nafsu penguasa yang garang

Lihatlah jemari-jemari yang mengepalai di barisan paling depan
Berseru dalam sepi
Mengadu pada Ilahi
Merebut janji Tuhan yang ia yakini
Lalu mereka berdiri dan menyerukan kata jihad
Teriak tangis terdengar dari simpang jalan

Jerit bayi yang ditinggal ibunya
Jerit sang janda kerna kehilangan suaminya
Sahabat-sahabat yang berjuang dengan air mata
Dalam keheningan malam Palestina
Dalam tabir kepalsuan pemberontak
Yang tak lagi berotak

Tanah Palestina adalah syurga
Yang tertutup oleh dosa-dosa
Sementara burung nazar siap mencabik
Jasad bayi dengan usus yang terorak-arik
Di manakah keadilan menjadi pertanyaan
Di setiap insan-insan yang beriman
Sementara kita hanya bernyanyi dalam sepi
Seraya memangku do'a untuk mereka yang mati
Kulihat darah menjadi lukisan di dinding
Kucium bau hamis di setiap pojok jalan
Kulihat lagi lengan-lengan yang terurai
Dan tak lagi mengepalai di barisan paling depan

Gaza pun berdarah
Dengan jeritan bayi sebagai penghiasnya
Dan lamunan esok
Yang tak lagi indah
Mereka yang terkapar di jalan Tuhan
Tak pernah berakhir dengan senyuman
Karena tetap menghantarkan kekhuatiran
Yang tetap hadir menghantui di setiap lamunan
Kekhuatiran akan tanah yang terebut
Kekhuatiran akan jiwa yang terrenggut
Luka dan noda
Dosa dan do'a yang tetap terpancar untuk mereka
Sebutir peluru yang tertembus di dada
Saksi kebiadaban dan kekejaman
Puing bangunan yang mereka hancurkan
Adalah mimpi buruk di malam ini

Palestina....
Syurga yang ternoda
Syurga yang berselimut dosa
Syurga yang tertutup kebencian manusia
Akankah semua ini hanya sebatas cerita
Yang tertuang dalam buku sejarah
Sementara kita hanya sibuk membacanya, mendengarnya dan meresapinya
Tanpa kata, tanpa nada keberanian untuk melawan

No comments: