19.2.11

Panas


Sesuatu dengan spontan menerpa mukaku. Semacam angin panas melibas lalu ke seluruh ruang rumah yang kosong daripada roh itu. Aku rasakan bulu roma berdiri. Aku rasakan jantungku berdetak kencang. Aku rasakan juga kakiku yang tiba-tiba menggigil, dan serentak itu darah amarahku menyerbu pantas naik kepala.

Di luar, malam merangka juga, dan hujan mulai turun di tengah panasnya bahang haba.


.